Terrellterrell16's website

Our website

05
De
Belajar Menganalisa Prediksi di Dalam Pertandingan Bola
05.12.2016 05:39


Saat menyaksikan sayembara sepakbola pada layar kristal kita acap disajikan kelakuan tebak skor yang dijalani para spesialis. Walau merampok, saya gak percaya tebak skor ialah sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau selevel[cak] untuk fun and games bolehlah, namun tentu gak perlu dianggap serius karena tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu pertandingan.

Luar biasa dengan memenggal siapa kru yang dengan menang -- atau bahwa pertandingan bakal berakhir secara seri. Menetak seperti itu rutin saja dijalani, walau saat akhirnya bola itu melingkar sehingga pemimpin pun terkadang kali melenceng diprediksi. Mengapa? Karena siap tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui tulisan ini abdi akan sebarkan beberapa trik membuat dugaan yang ketat. Bukan berisi saya selamanya benar dalam memprediksi satu buah pertandingan. Pasti lah tidak, walau dengan terbatas berbangga (sediiiikit saja) saya memiliki rekor kebenaran bayangan yang semua tinggi: pada umumnya 3 mulai 4 perkiraan saya serasi kenyataan.

Dua bulan pra terjadi, saya memprediksi bakal terjadi All German kesimpulan di Persatuan Champions. Di final, tergolong di depan beribu-ribu warga Surabaya yang menyesaki sebuah kegiatan nonton menyerentakkan, saya menenung Bayern Munich akan mengontrol Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben guna penentu kemenangan. Sebelum itu saya juga meyakini kalau Atletico Madrid akan merebut Copa Del Rey. Buncit, saya mengempik Belanda akan mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin beta tekankan disini adalah; prediksi bisa benar bisa cela, tapi yang penting 1 buah prediksi mutlak harus mempunyai dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang resmi maka tempat keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap saja tidak siap diprediksi berdasar pada 100%, lagi pula prediksi menyerempet skor simpulan. Akan tetapi, presentase kemungkinan kejituan prediksi menumpuk tajam.

Hamba ajak Engkau untuk mengkritik beberapa antisipasi terakhir aku guna menguraikan beberapa pijakan penting yang saya yakin akan bernilai bagi Dikau saat menguji memprediksi festival.

Di antara dugaan yang saya sebut di atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali mengenai mistar tiang Atletico]. Walaupun demikian terdapat logika pada belakang bayangan tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh kian berkualitas. Perangkat masa menggemakan ketidakrukunan pemain Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Mulai media langka saya merekam kabar kalau Ronaldo serta Mourinho juga tidak akur (berita mengenai hal berikut baru keluar di Indonesia beberapa tenggat lalu). Sebagai pelatih saya paham sahih arti kesyahduan tim di dalam dan di luar vak dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang lumayan on fire, yang membuat saya keji memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips bayangan 1: Pertimbangkan suasana di tim, paling utama saat sebuah turnamen berlangsung di mana pemain pantas terus bertepatan tanpa mampu menghindari rekan-rekannya.

Tip prediksi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat festival cup, kemonceran striker amat menentukan. Saat pertandingan persatuan kualitas kali panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semata elemen tim lainnya. Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkan, walau keuletan keseluruhan tim juga harus dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi kontrol Belanda 3-0 atas Nusantara saya menjaga hati nurani. Berdasar pada subjektif beta membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat mengenakan kacamata bercap objektivitas, aku semua wajar setuju bahwa Belanda rumpang di untuk Indonesia. Kemudian mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih mendorong? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat sedangkan Indonesia bakal bermain padat gairah, sehingga akan bisa mereduksi perbedaan kualitas. Oleh karena itu, skor tipis atau raksasa bisa sekadar diprediksi secara sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, adalah keberuntungan semata.

Tips prediksi 3: Hindari membela sebuah tim ketika membuat antisipasi. Kita piawai selalu bertafakur tim tambatan hati kita unggul, tapi saat membuat dugaan tentu logika harus diutamakan di buat fanatisme membenang.

Saya tersenyum saat menduga di satu media sekiranya tentang persamaan-persamaan final Perhubungan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi unggul terakhir periode. Banyak pembaca saya tetap terpancing untuk memprediksi kelebihan Dortmund berlandaskan fakta-fakta itu. Mereka tenggelam bahwa fakta-fakta tersebut memikat dan betul2 benar adanya, namun bukan memiliki kolerasi apapun secara pertandingan final Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah keaslian dengan keaslian yang lain adalah salah satu tiruan dari sekian banyak ulah fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terperosok para pewarta yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan terampil menjadi lingkungan membuat satu prediksi pertentangan.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan renggangan Dortmund vs Bayern pun dimunculkan lalu bertahun-tahun kincit. Karena silsilah statistik Dortmund memang megah saat menentang Bayern, penuh yang kemudian menilai BVB akan mampu mengalahkan Bayern di final Eropa. Sesuatu ini menyesatkan. Mengapa? Sebab statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Statistik awal musim pun tidak bisa dengan begitu saja menjadi tolok ukur. Perkembangan kedua tim mulai pertemuan terakhir perlu dipertimbangkan.

Tips perkiraan 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Anda pada statistik pertandingan renggangan kedua menyunggi yang paling dekat secara saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini aja.

Karena dugaan saya kadang kala saya tampilkan di twitter (@coachtimo), besar pihak memohon saya memprediksi berbagai sayembara lainnya. Paling banyak saya abaikan atau beta tolak secara alasan tenang paham mengenai kekuatan kedua tim. Dalil saya itu senafas beserta tips perkiraan berikut.

Trik prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat dugaan tanpa dilatar belakangi keterangan dan wawasan yang cantik mengenai menjulang atau liga tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menciptakan prediksi tentang MU vs Chelsea. Aku mustahil menjadi pakar mengenai semua perhubungan yang siap. Akui selalu.

Tips dugaan 7: Kalian juga tidak seharusnya meneka setiap perbandingan. Ada waktunya pertandingan amat sulit diprediksi. Analisa Engkau deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua menyunggi menurut Kamu 50-50. Jika sudah amat tahan diri, hindari mengempa diri menghasilkan prediksi. Dengan demikian prosentase kejituan antisipasi anda dengan meningkat.

Tetap banyak suara miring lainnya yang bisa serta patut dikenakan dalam menciptakan sebuah prediksi yang berkualitas. Karena keterbatasan tempat abdi berhenti mencapai berbatas di sini dulu.

Ingat: satu buah prediksi yang berkelas gak melulu ditentukan oleh realitas prediksi ini. artikel lengkap Sebuah antisipasi yang berkelas, baik resmi maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada di belakangnya.

Comments


Free homepage created with Beep.com website builder
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!